STOP Mengeluh! Kenali Dulu Yuk Kenapa Dolar Amerika Bisa 'Mengamuk'

STOP Mengeluh! Kenali Dulu Yuk Kenapa Dolar Amerika Bisa 'Mengamuk'

'Mengamuknya' Dolar Amerika Serikat Terhadap Rupiah

Seperti yang kita ketahui mata uang dolar amerika serikat selama bulan Juli, tentu saja sedang dalam kondisi sangat prima atau ‘mengamuk’, bahkan hingga menembus angka Rp 14.500,- terhadap 1 dolar Amerika.

Hal ini membuat banyak sekali masyarakat Indonesia merasa khawatir dan bahkan bertanya - tanya. Kenapa dolar amerika bisa menguat cukup drastis dalam waktu yang tergolong cepat?

Nah berikut ini adalah beberapa penjelasannya menurut kacamata ekonomi dunia yang diambil dari beberapa sumber*. Yuk kita simak :D

1. Kebijakan Presiden Trump yang nyeleneh

Sebelum masuk pada penjelasan kebijakan seperti apakah yang nyeleneh dari Presiden Donald Trump,simak terlebih dahulu apa itu penjelasan perang dagang berikut ini ya. Perang dagang adalah sebuah konflik ekonomi di mana negara memberlakukan pembatasan impor, untuk merugikan perdagangan satu sama lain.

Amerika Serikat (AS) telah mengenakan tarif impor untuk sejumlah barang dari China, karena merasa dirugikan akibat defisit perdagangan yang terjadi, dan kerugian penyalahgunaan kekayaan intelektual oleh China.

China juga tak tinggal diam dan balik melawan. Negeri tirai bambu ini bisa mempersulit aktivitas dagang perusahaan-perusahaan besar AS seperti Apple, General Motors dan Boeing.

Selain itu ekspor kedelai AS ke China pun bisa terganggu. Khususnya ekspor produk agrikultur menjadi kepentingan petani AS yang sebagian besar memilih Trump. Nah, atas kebijakan Donald Trump dan juga aksi pembalasan dari China tersebut, membuat investor tidak nyaman dan memilih untuk menarik uangnya dan memegang dolar AS secara cash.

Karena pada dasarnya investor akan mencari kondisi yang aman. Oleh karena itu, banyak negara - negara lain yang terkena imbasnya. Salah satunya adalah melemahnya rupiah Indonesia terhadap Dolar Amerika.

2. Harga minyak mentah yang naik

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan, harga minyak mentah diprediksi naik lebih dari US$ 75 per barel akibat perang di Suriah dan ketidakpastian perang dagang AS dan China.

Hal ini membuat inflasi jelang Ramadan semakin meningkat, karena harga bbm nonsubsidi (Pertalite, Pertamax) menyesuaikan mekanisme pasar. Inflasi dari pangan, diakui Bhima, juga perlu diwaspadai karena harga bawang merah naik cukup tinggi dalam satu bulan terakhir.

3. Importir lebih banyak memegang dolar AS

Importir di Indonesia lebih banyak memegang Dolar AS untuk kebutuhan impor bahan baku dan barang konsumsi jelang Lebaran. Perusahaan juga meningkatkan pembelian dolar untuk pelunasan utang luar negeri jangka pendek.

Sehingga dengan demand dolar Amerika Serikat yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mata uang rupiah, sudah dipastikan bahwa mata uang rupiah akan lebih melemah nilainya.

4. Permintaan akan mata uang Dollar yang semakin meningkat

Permintaan dolar AS diperkirakan naik pada kuartal II-2018 karena emiten secara musiman membagikan dividen. Investor di pasar saham sebagian besar adalah investor asing sehingga mengonversi hasil dividen rupiah ke dalam mata uang dolar AS.

5. Kebijakan Fiskal Amerika Serikat

Faktor lain yang membuat dolar Amerika semakin menguat nilainya adalah, kebijakan fiskal negeri Paman Sam yang lebih ekspansi, seperti penurunan tarif pajak untuk penghasilan korporasi, dan meningkatkan belanja infrastruktur.

Hal itu akan membuat defisit fiskal AS membengkak dan butuh pembiayaan baru.

"Sehingga sukuk bunga US treasury bond-nya naik. Semula kami perkirakan US treasury bond paling-paling 2,75. Tapi sejak Februari overshooting 3,2% dan sekarang 3,1%. Itu kenapa terjadi capital reversal, dan pembalikan modal dari negara maju maupun emerging market lari ke AS. Pada saat yang sama mata uang dolar menguat ke seluruh mata uang dunia," jelas Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo


Nah itu tadi adalah 5 faktor menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap rupiah Indonesia berdasarkan kacamata para ahli :) Jangan kemana - kemana ya, dan tidak perlu panik, karena Simas Ajarinvestasi akan memberikan tips apa saja yang harus dilakukan saat kondisi rupiah melemah seperti saat ini.

Ikuti terus ya!

*Sumber:

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-3926076/ini-penyebab-dolar-as-menguat-selama-3-minggu

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3482358/6-penyebab-rupiah-ambruk-nyaris-14000-per-dolar-as

https://www.matamatapolitik.com/apa-itu-perang-dagang-9-hal-yang-jadi-mimpi-buruk-ahli-ekonomi/

https://finance.detik.com/indeksfokus/3512/perang-dagang-as-vs-china

https://www.dw.com/id/skenario-perang-dagang-as-dan-cina/a-37203683

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-4041866/gubernur-bi-sebut-ada-3-faktor-penyebab-dolar-as-ngamuk