Reksadana VS Deposito, pilih mana ya?

Reksadana VS Deposito, pilih mana ya?

 

Dalam berinvestasi, setiap investor pasti memiliki jangka waktu dan tujuan yang beragam. Ada yang berinvestasi jangka panjang untuk persiapan pensiun, ada juga yang berinvestasi jangka pendek untuk kebutuhan likuiditas. Pada zamannya, deposito banyak menjadi pilihan untuk berinvestasi. Tapi saat ini, tidak hanyak deposito tetapi reksa dana juga bisa jadi tempat untuk menyiapkan finansial masa depan. Memang apa sih bedanya reksa dana pasar uang dengan deposito?

Perbedaan reksa dana dan deposito:

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang menempatkan dananya di pasar uang dan/atau efek hutang dikelola oleh manager investasi. Jika dibandingkan dengan deposito, keuntungan dari reksa dana pasar uang adalah sebagai berikut: 

 

1. Investasi reksa dana pasar uang bisa dimulai dari Rp 100ribu, deposito umumnya dimulai diatas Rp 1juta.

Dalam berinvestasi di reksa dana pasar uang, investasi bisa dimulai dari Rp100ribu. Di Simas Fund, Anda bisa menemukan produk reksa dana pasar uang dengan nama Danamas Rupiah dan Danamas Rupiah Plus.

2. Reksa dana pasar uang bersifat likuid, deposito tidak

Reksa dana pasar uang bersifat likuid, artinya bisa dicairkan kapan saja selama hari bursa. Sedangkan deposito bisa dicairkan tergantung dari jangka waktu deposito. 

3. Perbedaan pengelolaan dana investasi

Jika anda berinvestasi di reksa dana, dana investasi bisa anda pantau setiap harinya, sehingga dana anda dijamin aman dari kecurangan. Jika Anda berinvestasi melalui aplikasi Simas Fund, anda bisa melihat perkembangan dana anda pada fitur "Saldo". Sedangkan deposito, dana investasi juga terhitung aman tetapi tidak bisa dipantau setiap hari.

 

4. Penghitungan return yang berbeda

Dalam reksa dana pasar uang, Return atau hasil investasi, dihitung setiap hari dengan melihat kenaikan atau penurunan NAB, dan akan dibayarkan jika ada proses penjualan unit penyertaan. Sedangkan deposito, bunga dihitung sesuai dengan suku bunga yang berlaku, dan dibayarkan sesuai tipe pembayaran yang diinginkan oleh nasabah.

5. Perhitungan pajak

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa reksa dana adalah bukan objek pajak sehingga tidak ada pajak yang dikenakan atas keuntungannya. Sedangkan deposito, akan dikenakan pajak 20% atas bunganya. Perhitungannya adalah bunga deposito = 80% x n%bunga yang dijanjikan. Contohnya, jika anda ditawari deposito dengan bunga 7% p.a: maka artinya atas deposito yang disimpan, kita hanya akan menerima 5.6% setelah pajak. 

Nah, itulah tadi perbedaan antara reksadana pasar uang dengan deposito. Memilih instrumen investasi memang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan finansial, tidak hanya serta merta melihat keuntungan tetapi juga melihan keamanannya. Karena pada dasarnya, setiap instrumen investasi pasti memiliki risiko yang berbeda-beda. 

Selamat berinvestasi dan selamat memilih yang terbaik untuk masa depan anda!

 

------

Sumber:

Cermati

Finansialku

Kontan