Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana Konvensional. Apa Bedanya?

Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana Konvensional. Apa Bedanya?

Investasi yang berbasis syariah kini mulai menunjukan kemajuan dengan semakin berkembangnya peminat yang ada. Salah satu investasi berbasis syariah yang berkembang pesat adalah reksa dana syariah.

Namun apa sebenarnya perbedaan antara reksa dana pada umumnya atau yang biasa disebut reksa dana konvensional, dengan reksa dana yang berbasis syariah?

Tentu saja perbedaannya, yang satu syariah sedangkan yang satunya tidak! Yap betul sekali, tapi tahukah anda perbedaan lainnya yang lebih mendetail

1. Reksa Dana Syariah Dikelola dengan Prinsip Syariah

Yap. perbedaan yang sangat mendasar antara reksadana konvensional dan reksa dana syariah adalah dari cara pengelolaan nya.

Reksa Dana Syariah dikelola dengan prinsip syariah dengan aturan khusus tertentu seperti:

  1. Kegiatan usaha tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah. Serta komponen portofolio dalam reksa dana harus berdasarkan prinsip syariah dan tidak bertentangan seperti perusahaan rokok, mengandung unsur suap, perjudian dan sejenisnya.
  2. Total hutang perusahaan harus lebih kecil dari nilai assetnya. Perusahaan yang sahamnya digunakan untuk investasi reksa dana harus memiliki total utang < 45% dibandingkan dengan total aset perusahaan.
  3. Pendapatan tidak halal lebih kecil dari aset. Perusahaan hanya diperbolehkan memiliki pendapatan tidak halal < 10% jika dibandingkan dengan pendapatan usaha.

Jika sebuah perusahaan tidak memenuhi syarat diatas, maka perusahaan tersebut tidak akan dijadikan salah satu portofolio dalam produk reksa dana sebuah Manajer Investasi. 

2. Reksa Dana Syariah Punya Konsep Cleansing

Cleansing sendiri dimaksudkan seperti adanya pembersihan dari hasil investasi reksa dana yang bersifat ribawi. Seperti adanya bunga bank karena dana yang ditaruh pada Bank Kustodian.

Karena seperti yang kita tahu, dana yang kita investasikan di Manajer Investasi, akan 'dititipkan' ke Bank Kustodian.

Lalu dikemanakan sih hasil bunga dari dana tersebut? Nah biasanya hasil bunganya akan dijadikan modal untuk kegiatan amal. Maka dari itu, bisa dibilang, investasi yang berbasis syariah itu anda bisa berinvestasi sambil berbuat baik bagi sesama :)

3. Reksa Dana Syariah diawasi oleh OJK dan DPS

 Jika reksa dana konvensional dalam proses teknikal sehari - harinya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk reksa dana syariah sendiri, ternyata memiliki pengawasan yang double. Tidak hanya oleh OJK saja, tetapi ada 1 lembaga lainnya yang mengawasi, yaitu DPS atau Dewan Pengawas Syariah.

DPS memastikan setiap proses pengelolaannya sesuai dengan prinsip syariah, dan melaporkan hasil pengawasannya kepada DSN-MUI dan Bank Indonesia sekurang - kurangnya dalam kurun waktu 6 bulan sekali.

Namun, walau diawasi juga oleh DPS, regulasi dalam investasi reksa dana tetap diserahkan kepada OJK.

 

Perbedaan  Reksa Dana Syariah Reksa Dana Konvensional
Pengelolaan Berbasis Syariah Tidak ada aturan syariah
Hasil Investasi Menyisihkan untuk amal dengan proses cleansing Murni untuk Return tidak ada proses cleansing
Pengawasan OJK & DPS OJK

 

Investasi Reksa Dana Syariah, Berinvestasi Sambil Beramal

Setelah membaca penjelasan diatas, sekarang tentu sudah tahu kan kenapa investasi yang berbasis syariah bisa disebut sebagai kegiatan berinvestasi sambil berbuat baik?

Nah, jika begitu, tunggu apalagi? Yuk segera investasi di reksa dana syariah.

 

Bagaimana saya menemukan investasi reksa dana syariah?

Sinarmas Asset Management memiliki produk investasi reksa dana yang berbasis syariah loh.. Nama produknya adalah Simas Syariah Unggulan dan juga Simas Syariah Berkembang..

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi website www.sinarmas-am.co.id pada bagian produk.

Selamat Berinvestasi SMART Investor!

 

Lebih Baik Mana? Reksa Dana Syariah atau Konvensional?

Jawaban dari pertanyaan diatas tentu saja kembali lagi kepada tujuan investasi dari masing - masing SMART Investor, jika lebih mengedepankan return bisa memilih reksa dana saham konvensional, tetapi jika ingin berinvestasi sambil beramal, bisa dengan reksa dana syariah.

Selamat Berinvestasi SMART Investor!