Mengintip Trend IHSG dan Kiat Investasi di tahun Politik 2019

Mengintip Trend IHSG dan Kiat Investasi di tahun Politik 2019

KINERJA IHSG DI TAHUN POLITIK

Tahun 2018-2019 di Indonesia dikenal sebagai “tahun politik” karena begitu banyaknya pemilihan kepala daerah dan anggota dewan perwakilan, termasuk pemilihan presiden  yang akan dilangsungkan pada bulan April 2019.

Meski berlangsungnya pilpres masih dalam beberapa bulan lagi, namun euphoria dan kehebohannya sudah mulai terasa dari sekarang.

Jika dikaitkan dengan dunia pasar modal, melihat hingar bingar dan kehebohan yang ada, akankah hal tersebut membawa dampak tersendiri terhadap pasar modal terutama kinerja IHSG?

Karena seperti yang kita tahu, kinerja IHSG sangatlah rentan terhadap kondisi ekonomi dan juga politik di suatu negara.

Bisa saja membawa dampaknya kearah yang lebih positif, tetapi juga mungkin malah sebaliknya.

Namun percayakah anda, jika ternyata tahun pemilu bisa membawa dampak yang positif bagi kinerja IHSG?

Jika dilihat dari data BEI, IHSG pada 2004 ada pada level 1,000.233 atau tumbuh 44,56 persen dari tahun 2003 yang hanya 691.895.

Hal sama terjadi saat tahun 2009. Kala itu, IHSG meroket 86,98 persen ke level 2,534.356 setelah pada 2008 hanya ada di level 1,355.408.

Kemudian pada 2014, IHSG kembali mengalami kenaikan sebesar 22,29 persen ke level 5,226.947 dari sebelumnya hanya 4,274.177.

Pergerakan IHSG memang sempat merosot hingga 50,64 persen dari tahun 2007 ke tahun 2008, IHSG anjlok ke level 1,355.408 setelah pada tahun sebelumnya berada pada level 2,745.826.

Namun hal tersebut bukan disebabkan karena tahun politik, melainkan karena krisis global yang sedang terjadi.

 Sumber Gambar: Tribunnews

Meski tidak bisa dijadikan acuan pasti bahwa tahun ini akan mencetak kinerja yang serupa, namun data diatas bisa menjadi referensi bahwa biasanya kinerja IHSG tercatat positif pada tahun pemilu sebelumnya.

Sehingga para investor tidak perlu ragu lagi dalam mengambil langkah dalam berinvestasi di pasar modal pada saat tahun politik seperti sekarang ini

 

LANGKAH YANG PERLU DILAKUKAN SEBAGAI INVESTOR

Adanya tahun politik secara tidak langsung turut meningkatkan daya beli masyarakat. Hal itu pun turut berpengaruh bagi beberapa saham yang produknya tinggi demand.

Lantas saham apa saja yang patut dilirik pada saat tahun politik?

 

1. Saham Media Telekomunikasi

Sektor telekomunikasi dan media akan lebih memiliki traffic pembaca atau penonton yang tinggi selama masa tahun politik. Hal ini dikarenakan sumber informasi utama masyarakat Indonesia dalam hal pemilu masih dari media sosial atau media televisi.

Masyarakat akan lebih rajin mengakses situs-situs berita dan menonton televisi yang terkait dengan politik, untuk mengetahui perkembangan politik

 

2. Saham Produk Consumer

Dengan banyak kegiatan kampanye, permintaan terhadap produk konsumer, termasuk rokok, akan meningkat. Contoh jenis saham consumer tersebut adalah GGRM, ICBP, dan juga INDF.

 

3. Sektor yang Terkait Program Kampanye

Saham lainnya yang patut dilirik adalah saham sektor-sektor yang terkait dengan program yang diusung para capres dan cawapres.

Apalagi, jika sektor tersebut diusung oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden yang lebih dominan pendukungnya

Contohnya, kebijakan pemanfaatan energi biodesel yang digagas Jokowi dan program pembangunan infrastruktur akan berdampak positif pada saham CPO dan konstruksi.

William Hartanto, analis Panin Sekuritas, menyebut, mengacu pada kemenangan Sandiaga pada pilgub 2017, saham-saham yang terkait dengannya  menguat sepekan seperti  SRTG, MPMX, DGIK, ADRO, dan NRCA.


Namun kembali lagi, investor perlu mencermati analisis fundamentalnya juga, bukan hanya sekadar efek pilpres saja.

Jika saham naik, namun fundamentalnya tidak kuat, maka tidak akan berpengaruh signifikan.

Jangan pula tergesa-gesa masuk, karena arah politik belum stabil.

 

SUMBER:

Kontan.co.id

Kompas.com

Detik.com