Keuangan makin terjamin dengan Income Investing

Keuangan makin terjamin dengan Income Investing

Investasi pendapatan adalah portofolio investasi yang mempunyai risiko relatif rendah, namun dapat terus menghasilkan pendapan bulanan bahkan tahunan secara optimal. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa hampir semua investor menginginkan dividen untuk hasil investasinya, atau bisa dikatan dividen bukanlah suatu yang asing dalam dunia investasi saham. Dividen adalah bagian dari laba atau pendapatan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham setiap tahunnya sehingga tidak langsung berkaitan dengan strategi investasi pendapatan. 

Bagaimanapun juga, dividen ternyata sangat berpeluang menjadi sumber pendapan tetap bagi seorang investor. Pasalnya, perusahaan yang pengelolaan keuangannya baik, umumnya akan secara rutin membagikan dividen setiap tahunnya kepada para pemegang saham. Lalu apa saja instrumen investasi dalam Income Investing? 

Instrumen Investasi dalam Income Investing

Ada tiga instrumen investasi yang paling cocok untuk gaya atau strategi investasi pendapatan, yaitu saham pembayar dividen, obligasi atau surat utang, dan properti. Mari kita bahas satu per satu tiga instrumen investasi tersebut.

1. Saham pembayar dividen

Sudah dikatakan sebelumnya bahwa dividen berpeluang menjadi sumber pendapatan tetap bagi seorang investor. Nah, untuk itu Anda perlu mempertimbangkan untuk memilih perusahaan yang hanya mendistribusikan 40% hingga 50% laba tahunan untuk diinvestasikan kembali dalam perusahaan tersebut. Saat ini, perusahaan yang mengalokasikan 4% hingga 6% sebagai dividen sudah dianggap sebagai perusahaan yang baik.

 

2. Obligasi atau surat utang

Instrumen investasi jenis ini akan memberikan kupon atau keuntungan setiap tahunnya kepada para investor pemegang obligasi atau surat utang. Oleh karena itu, Anda sangat mungkin menerima pendapatan secara rutin dari pembayaran kupon tersebut. Terlebih lagi, dalam obligasi ada kepastian kupon yang didapatkan setiap tahunnya dengan perhitungan keuntungan yang jelas karena sudah diinformasikan di awal penawaran obligasi tersebut.

Namun, Anda tidak diperkenankan untuk membeli obligasi dengan jangka waktu lebih dari lima tahun karena akan ada potensi risiko durasi, yaitu fluktuasi obligasi akibat perubahan suku bunga.

 

3. Properti 

Instrumen investasi properti dianggap sebagai instrumen yang paling menguntungkan. Sebab, Anda bisa menyewakan properti yang Anda miliki dan menerima pendapatan rutin setiap bulan atau setiap tahunnya. 

Pastikan Anda memiliki setidaknya satu instrumen investasi agar keuangan Anda semakin terjamin dan tidak hanya mengandalkan pendapatan bulanan dari gaji saja.

 

----

Sumber: Warta Ekonomi