Kebutuhan VS Keinginan, jangan salah pengertian!

Kebutuhan VS Keinginan, jangan salah pengertian!

 

Manusia memiliki kebutuhan hidup yang berbeda-beda setiap waktu. Tidak hanya dilihat dari tingkat kepuasan, tetapi juga dilihat dari sisi perekonomian seseorang. Semakin baik tingkat perekonomiannya, maka kebutuhan juga akan semakin meningkat. Kebutuhan dan keinginan memang sering berkaitan satu sama lain. Tapi jika keinginan tidak bisa terkontrol dan merasa harus selalu dipenuhi, maka akan menimbulkan kerugian finansial. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

1. Pahami pengertiannya.

"Kebutuhan" dan "Keinginan" memiliki definisi yang berbeda. Kebutuhan didefinisikan sebagai sesuatu yang harus Anda miliki untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dampak yang dihasilkan adalah "Manfaat", tolok ukurnya adalah "Fungsi". Contohnya seperti kebutuhan sandang, pangan, dan papan. 

Sementara itu, keinginan didefinisikan sesuatu yang Anda inginkan berdasarkan ⁣kenyamanan dan bersifat hanya untuk kesenangan sementara. Dampak yang dihasilkan adalah "Kepuasan", tolok ukurnya adalah "Selera". Contohnya seperti membeli gadget terbaru, atau sekadar membeli baju dengan model terbaru dengan harga yang mahal agar terlihat mewah. 


2. Pisahkan anggarannya.

Pisahkan anggaran kebutuhan dan keinginan. Pastikan Anda memenuhi kebutuhan sehari-hari, baru memenuhi keinginan setelahnya. Pisahkan anggaran masing-masing agar finansial bisa tertata lebih rapih.


3. Value kebutuhan dan keinginan.

Sebelum membeli sebuah barang, tanyakan kepada diri sendiri apakah barang itu penting dan berguna untuk setidaknya satu tahun kedepan atau tidak. Pola pemikiran seperti ini sangat penting diterapkan dalam kehidupan Anda agar uang tidak habis secara sia-sia dan Anda bisa lebih mengontrol keuangan dengan baik. Ingat, Anda yang mengontrol uang, bukan uang yang mengontrol Anda. 


Mulai kenali kebutuhan Anda dan coba untuk lebih fokus ke persiapan finansial masa depan, karena penting bagi kita untuk bisa lebih menata keuangan untuk pemenuhan kebutuhan hari ini dan di masa yang akan datang. Sebagai SMART Investor, persiapan finansial untuk masa depan bisa mulai disiapkan di Simas Fund, kebutuhan bisa tetap dipenuhi masa depan tetap aman.

 

-----

Sumber: 

Kontan