2019 akan berakhir, jumlah investor baru di pasar modal Indonesia naik 8 kali lipat dari target awal

2019 akan berakhir, jumlah investor baru di pasar modal Indonesia naik 8 kali lipat dari target awal

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya menargetkan di sepanjang tahun ini dapat menjaring 250.000 investor pasar modal. Namun, melansir data terakhir Kustodian Sentral Efek (KSEI) per 23 Oktober 2019 target tersebut hingga saat ini mampu dilewati bahkan delapan kali lipat dari target awal.

Melansir data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 23 Oktober 2019, tercatat pertumbuhan SID sudah mencapai 2,28 juta di mana jumlah investor C-Best atau saham sudah mencapai 1,05 juta investor.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyatakan data perolehan investor pasar modal naik signifikan karena gencarnya Bursa melakukan sosialisasi dan penyederhanaan pembuatan Single Investor Identification (SID).

“Keberhasilan Bursa menjaring investor ini karena jaringan distribusi pasar modal semakin luas. BEI punya 29 kantor representatif, kemudian 434 galeri investasi di seluruh Indonesia, dan komunitas investasi sebanyak 451 komunitas,” jelas Inarno belum lama ini.

Selain itu, Inarno menjelaskan pencapaian ini mampu diraih karena adanya simplifikasi atau penyederhanaan pembuatan ID yang hanya membutuhkan waktu sehari saja sehingga jumlah investor bisa tumbuh signifikan di sepanjang 2019.

Di sepanjang 2019, BEI menargetkan mampu memperoleh pendanaan atau raising fund di atas Rp 200 triliun. Hingga Oktober 2019, perolehan angkanya sudah menyentuh hampir Rp 150 triliun.

Adapun pada awal tahun Bursa juga menargetkan mampu mencatatkan 76 efek baru baik itu dari saham, obligasi, EBA, ETF, DIRE, dan DINFRA. Khusus untuk IPO saham targetnya sebanyak 57 emiten.

Hingga 23 Oktober 2019, perusahaan yang berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa sebanyak 42 perusahaan. Sisanya, sudah tercatat di pipeline IPO  sebanyak 35 calon emiten.

Jadi, apakah Anda termasuk salah satu didalamnya?

 

----

Sumber: Kontan