Apa itu Cashless Society di Era Teknologi?

Apa itu Cashless Society di Era Teknologi?

 Pernahkah anda berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan, dan melakukan pembayaran dengan uang elektronik. kartu kredit, atau kartu debit? Pastinya pernah dong?

Terutama untuk masyarakat di kota besar, sebagian besar pasti pernah melakukan hal diatas. 

Menurut data Bank Indonesia (BI), minat masyarakat terhadap penggunaan kartu debit terus meningkat.

Bahkan, hingga awal tahun 2018, jumlah kartu debit yang beredar di Indonesia telah menembus 160 juta kartu dari total keseluruhan penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta jiwa.

Selain itu, hingga Agustus 2018 pun perkembangan payment online menggunakan uang elektronik naik kisaran 300%.

Jika dihubungkan dengan Cashless Society, apa sih sebetulnya Cashless Society itu?

Cashless society adalah kalangan yang dalam transaksi keuangannya tidak lagi menggunakan uang tunai, tetapi sudah dalam bentuk kartu, baik berupa kartu kredit, kartu debit, maupun cash card

Lebih dari itu, dalam melakukan pembayaran kewajiban kepada pihak lain juga tidak lagi secara tunai. Semua dilakukan dengan cara elektronik, baik dalam bentuk internet banking, transfer melalui ATM, maupun phone/SMS banking.

Jadi, dalam keseharian, kalangan tersebut boleh dibilang tidak lagi memegang uang tunai. Kalaupun ada, hanya ala kadarnya. Sekadar untuk membayar parkir si pinggir jalan atau kegiatan-kegiatan yang membutuhkan uang tunai dalam jumlah yang kecil seperti belanja di pasar tradisional maupun toko kelontong.

Hayo, apakah Anda secara sadar maupun tidak sadar sudah termasuk dalam kalangan cashless society?

Menjadi bagian dari masyarakat tanpa uang tunai atau menggunakan nontunai dalam transaksi pembayaran apa pun pada dasarnya adalah sesuai dengan semangat zaman.

Keuntungan Cashless Society

 

 Melihat trend pembayaran yang kini mengarah pada uang elektronik, apa sebenarnya keuntungan dari metode ini sehingga semakin banyak yang menggunakannya?

1. Lebih Praktis

Keuntungan pertama dari adanya metode pembayaran nontunai ini adalah pembayaran menjadi lebih praktis.

Tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak dan memenuhi dompet anda. Segala bentuk transaksi hanya menggunakan 1 kartu atau perangkat handphone.

2. Lebih Aman 

Selain itu, dari segi keamanan juga lebih safety, tidak perlu takut kecopetan atau dirampok karena membawa uang tunai terlalu banyak.

Keuntungan lainnya adalah walaupun kartu anda hilang, belum tentu uang yang ada didalam kartu atau handphone tersebut bisa terkuras, karena biasanya akan ada perintah untuk memasukan nomor pin sebelum penggunaan kartu untuk pembayaran.

Anda juga bisa menelepon pihak bank terkait untuk memblokir kartu tersebut jika mengalami kehilangan.

3. Meminimalisir Transaksi Ilegal

Penggunaan pembayaran melalui metode uang elektronik sifatnya lebih transparan dan juga mudah terlacak. Karena segala bentuk transaksi akan tercatat

Dengan tercatatnya setiap transaksi yang dilakukan, kegiatan penyelewengan uang dan juga tindakan korupsi bisa dibongkar dengan mengecek transaksi yang keluar dan juga masuk melalui akun pengguna uang elektronik.

4. Beragam Promo

Beragam promo yang ditawarkan dengan syarat menggunakan pembayaran secara elektronik pasti sudah sering kali kita jumpai.

Bahkan kini tidak hanya di pusat perbelanjaan saja, namun warung makan ruko atau pinggir jalan sudah mulai ada yang menawarkan jasa pembayaran dengan metode ini.

Promo yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari cashback hingga potongan diskon yang menarik minat pengguna nya.

 

Kekurangan Cashless Society

Cashless Society sebetulnya bisa menjadi pedang bermata dua bagi pengguna nya. Bisa menjadi sebuah keuntungan jika digunakan dengan bijak, namun justru malah bisa merugikan sang pengguna nya. Gak percaya? Simak penjelasan berikut ini ya.

1. Lebih Boros

Banyaknya promo yang ditawarkan dengan menggunakan metode pembayaran nontunai bisa saja membawa keuntungan tersendiri jika digunakan secara bijak. Tetapi jika promo tersebut malah membuat anda kalap dan ingin belanja terus? wah repot tuh!

Ketika membayar dengan uang tunai, anda tentunya mengeluarkan sejumlah uang secara fisik secara sadar.

Sedangkan ketika anda menggunakan metode cashless, walau Anda tahu sudah mengeluarkan uang, tetapi transaksi tersebut tidak terjadi secara fisik.

Hal ini mengakibatkan berkurangnya kesadaran sehingga akan muncul kecenderungan untuk terus menghabiskan uang dan  akhirnya berujung pada pemborosan.

2. Rentan Cyber Crime

Meskipun cara pakai sistem pembayaran online ini tergolong praktis dan cepat, pengguna tak lepas dari risiko. Misalnya, terjerat cyber crime, bahkan sampai kehilangan uang akibat ulah hacker. 

 

Bagaimana Cara mengatasi kekurangan metode pembayaran non tunai?

1. Bijaklah Bertransaksi

Meskipun sudah dijelaskan sebelumnya bahwa transaksi seperti tidak terasa karena tidak terjadi secara fisik. Cara yang mungkin ampuh untuk meminimalisir keborosan adalah sering-seringlah melihat saldo dan catatlah setiap jenis transaksi yang sudah anda lakukan.

Atau ketika melakukan pengeluaran/transaksi, baik secara tunai maupun menggunakan kartu, tetap mesti berdasarkan suatu perencanaan keuangan

2. Privasi adalah Kunci Utama

Dalam metode pembayaran nontunai biasanya anda wajib memasukan sebuah pin khusus sebelum melakukan pembayaran transaksi seperti hal nya pada kartu debit.

Nah, jangan pernah sekalipun anda memberitahu orang lain pin yang anda miliki, karena bisa saja orang tersebut menggunakan kartu anda tanpa izin untuk melakukan pembayaran.


Nah itu tadi adalah penjelasan singkat mengenai dunia cashless society. Tahukah anda bahwa saat ini investasi juka sudah mulai masuk dalam cashless society?

Seperti halnya pada investasi reksadana di Sinarmas Asset Management. Segala bentuk transaksinya sudah bisa menggunakan pembayaran elektronik! Bahkan proses nya juga sudah tidak perlu repot - repot untuk datang ke kantor cabang.

Hanya melalui sebuah aplikasi yaitu Simas Fund. Ingin tahu lebih lanjut apa itu Simas Fund? 

Tunggu artikel berikutnya ya :)

 

 

 

Sumber:

lifestyle kompas

amalan.com

ajarekonomi.com

faspay.co.id

forbes.com