5 Langkah Mudah Diversifikasi Portfolio, yuk dicoba!

5 Langkah Mudah Diversifikasi Portfolio, yuk dicoba!

 

Anda mungkin sering mendengar istilah “Don’t Put All your Eggs in One Basket”. Istilah ini memiliki makna yang sangat bagus dan sering digunakan oleh para investor-investor sukses saat memberi masukan kepada investor pemula. Mungkin, istilah mudahnya adalah "jangan alokasikan seluruh aset Anda hanya pada satu instrumen investasi". Contohnya, jika Anda memiliki aset di produk reksadana saham, maka Anda perlu memiliki aset lain di instrumen lain seperti produk reksadana pasar uang. 

Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk diversifikasi portfolio investasi? Demi mempermudah Anda, ada setidaknya 5 langkah penting diversifikasi portfolio investasi berikut ini yang berguna baik untuk investor lama, maupun investor yang baru memulai investasi : 

 

1. Kenal lebih jauh soal "Risk Tolerance" Anda

Sebagai SMART Investor, penting bagi Anda untuk lebih mengenal tentang risiko dari investasi, baik investasi saham maupun reksadana. "Risk Tolerance" adalah batasan tingkat risiko yang bisa Anda terima dan batas minimum risiko yang bisa Anda ambil.

2. Tentukan Target Aset yang akan diinvestasikan

Menentukan target aset dapat membantu Anda untuk mencapai keseimbangan antara tujuan finansial dan risk tolerance. Untuk mencapai keuntungan maksimal dari diversifikasi, investor harus mengalokasikan sebagian dari portofolio mereka ke kelas aset yang tidak berkorelasi. Investasi ini memiliki ketergantungan historis yang rendah terhadap masing-masing keuntungan.

 

3. Rajin melakukan Rebalancing secara berkala

Arti Rebalancing merujuk pada proses di mana investor menyeimbangkan bobot aset yang diinvestasikan dalam portfolio investasi dengan melibatkan aktivitas membeli atau menjual aset dalam portfolio untuk menjaga tingkat alokasi aset sesuai keinginan Anda. 

Contoh, misalnya dalam portofolio investasi seorang investor terdapat bobot aset dengan rincian 50% investasi saham dan 50% lagi berisi obligasi. Bila suatu saat harga saham memiliki performa yang baik, bisa saja investor tersebut menambah bobot saham menjadi 70% dalam portofolionya.

 

 

4. Pahami kapasitas risiko

Berbagai faktor seperti bobot dana dalam tabungan, nilai aset dalam investasi hingga tujuan keuangan akan menentukan kapasitas risiko seorang investor. Untuk itu, alangkah baiknya bila Anda dapat memahami sejauh mana kapasitas risiko yang Anda miliki.

 

5. Fokus dengan tujuan Finansial Jangka Panjang Anda

Tidak sedikit investor sering tergoda dengan "Investasi yang cuannya cepat" tanpa pernah mempertimbangkan apakah jenis investasi tersebut mampu mendukung kebutungan jangka panjang si sang Investor atau tidak. Cobalah untuk lebih fokus pada kebutuhan dan tujuan finansial jangka panjang akan membantu Anda bertahan melewati masa-masa penuh gejolak dan membantu menumbuhkan aset serta mendapatkan keuntungan yang maksimal dari diversifikasi portofolio investasi Anda. 

Langkah-langkah tersebut penting bagi Anda agar perencanaan investasi Anda bisa lebih tertata dan tujuan finansial jangka panjang Anda juga tercapai. Yuk, dicoba!

 

----

Sumber: koinworks